Sabtu, 19 Januari 2019
Setetes Air Hujan
Januari 19, 2019
2 comments
Air hujan merupakan anugrah yang luar biasa. setetes air
hujan mampu menghidupkan kehidupan di bumi, membuat harapan baru dan membuat
bumi kita syubur. seiring dengan jatuhnya air hujan pra petanipun bisa bercocok
tanam, sayur mayur dan tanaman yang lainpun mulai tumbuh.
air hujan selalu memberikan rasa rindu bagi setiap manusia,
baik orang dewasa yang menunggu hujan tiba untuk bercocok tanam, ataupun
anak-anak untuk bermain di tengah hujan dengan nyaman dan gembira,
hujan selalu mendatangkan kenangan yang tak bisa di lupakan,
yaitu Pelangi yang indah, tanpa hujan kita tidak akan mungkin menemukan pelangi
yang anak-anak kecil bilang tujuh bidadari dari langit turun ke bumi.
namun seindah apapun hujan pasti akan ada sutau hal yang
terkadang menakutkan dan menyeramkan, yaitu petir, tak banyak dari kita yang
takut ketika melihat dan mendengar suara petir bahkan kadang ada pula yang
mengis karna nya.
ya, setetes air hujan mengajarkan kita banyak hal dalam
kehidupan kita, tinggal bagai mana cara kita menganggapinya saja dan
memaknainya saja.
setetes air hujan di
malam hari selalau setia
menyirami bumi yang
kering,
meski tak ia tahu
bahwa tak akan ada pelangi singgah di malam hari.
namun ia tahu bahwa ia
akan memberikan seribu kehidupan baru di bumi yang kering ini.
bumi yang selalu di
aniayaya oleh manusia yang kejam, bumi yang sudah tua.
Senin, 14 Januari 2019
Sudahkah kau lalui Lorong Goa kehidupanmu
Januari 14, 2019
No comments
setiap insan pasti memiliki kehidupan yang berbeda, kehidupan yang tidak akan mungkin di rasakan oleh orang lain, meski kehidupannya di mengerti oleh orang lain.
setiap manusia pasti pernah terjerumus dalam lorong panjang yang gelap yaitu lorong dimana kita berada dalam satu titik yang paling rendah dalam hidup ini, tidak ada keningan untuk maju, tidak ada keinginan untuk berubah dan semakin lama diri ini semakin terpuruk dengan ke adaan, keadaan yang sangat tidak mungkin bisa kita lewati di saat kita berada dalam titik tersebut, ibara berada di tengah-tengah lautan samudra hanya dengan rakit bambu, tidak ada harapan untuk bisa selat dan sampai di daratan selain menyerah terhdapat aadaan, siapapun di antara kita pasti pernah merasannya.
kehidupan memang seperti lorong goa yang panjang,
kemanapun kita berpaling,
yang ku temukan hanya ancaman kegagalan dari balik kegegelapan,
namun lorong terpanjang, tergelap sekalipun,
akan berakhir dengan cahaya di ujungnya,
walau kita tidak pernah tahu,
apakah cahaya itu sebagai suatu harapan atau sebaliknya.
berjalanlah dan temunkan cahaya kesuksesan itu di ujung Lorong Goa kehidupanmu.
setiap manusia pasti pernah terjerumus dalam lorong panjang yang gelap yaitu lorong dimana kita berada dalam satu titik yang paling rendah dalam hidup ini, tidak ada keningan untuk maju, tidak ada keinginan untuk berubah dan semakin lama diri ini semakin terpuruk dengan ke adaan, keadaan yang sangat tidak mungkin bisa kita lewati di saat kita berada dalam titik tersebut, ibara berada di tengah-tengah lautan samudra hanya dengan rakit bambu, tidak ada harapan untuk bisa selat dan sampai di daratan selain menyerah terhdapat aadaan, siapapun di antara kita pasti pernah merasannya.
kehidupan memang seperti lorong goa yang panjang,
kemanapun kita berpaling,
yang ku temukan hanya ancaman kegagalan dari balik kegegelapan,
namun lorong terpanjang, tergelap sekalipun,
akan berakhir dengan cahaya di ujungnya,
walau kita tidak pernah tahu,
apakah cahaya itu sebagai suatu harapan atau sebaliknya.
berjalanlah dan temunkan cahaya kesuksesan itu di ujung Lorong Goa kehidupanmu.












